Berita  

Cadangan Devisa RI Naik ke USD 149,9 Miliar, Tanda Pemulihan Stabilitas Keuangan Nasional

Cadangan devisa Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi cadangan devisa nasional pada akhir Oktober 2025 meningkat menjadi USD 149,9 miliar, naik dari posisi bulan sebelumnya yang berada di kisaran USD 147,4 miliar. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas keuangan nasional sedang berada dalam jalur pemulihan yang baik, terutama setelah melewati tekanan global akibat ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Pendorong Kenaikan Cadangan Devisa

Bank Indonesia menjelaskan bahwa peningkatan cadangan devisa terutama berasal dari penerimaan devisa hasil ekspor sumber daya alam, seperti batu bara, nikel, dan minyak sawit mentah (CPO), yang mengalami kenaikan harga di pasar internasional. Selain itu, aliran modal asing ke pasar surat berharga negara (SBN) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan tersebut.

Faktor lain yang memperkuat posisi devisa Indonesia adalah menurunnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah cenderung stabil di kisaran Rp15.400 per dolar AS, seiring dengan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang mulai melunak. Kondisi ini memberikan ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas moneter tanpa tekanan besar terhadap cadangan devisa.

Indikator Kesehatan Ekonomi Nasional

Peningkatan cadangan devisa memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan pasar dan daya tahan ekonomi nasional. Dengan posisi saat ini, cadangan devisa Indonesia setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional yang biasanya berada di kisaran tiga bulan impor.

Kepala Departemen Komunikasi BI menegaskan bahwa kondisi ini mencerminkan resiliensi sektor eksternal Indonesia yang terjaga dengan baik. Pemerintah dinilai mampu menyeimbangkan kebijakan fiskal dan moneter di tengah gejolak global, sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Selain itu, tingginya kinerja ekspor manufaktur dan masuknya investasi asing langsung (FDI) dalam proyek hilirisasi mineral juga memperkuat ketahanan sektor eksternal. Sektor-sektor seperti kendaraan listrik, baterai, dan energi terbarukan menjadi motor penggerak baru dalam mendukung cadangan devisa jangka panjang.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Meskipun tren peningkatan cadangan devisa menjadi kabar baik, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai. Tekanan terhadap harga komoditas global, ketidakpastian geopolitik, serta potensi pelemahan ekonomi Tiongkok dapat memengaruhi stabilitas ekspor Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan makroprudensial, menjaga stabilitas nilai tukar, serta meningkatkan kerja sama internasional untuk mendukung cadangan devisa yang berkelanjutan. Upaya ini juga sejalan dengan strategi nasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi melalui diversifikasi ekspor dan pengembangan industri dalam negeri.

Kesimpulan

Kenaikan cadangan devisa Indonesia ke USD 149,9 miliar menjadi bukti nyata bahwa pemulihan ekonomi nasional berjalan konsisten. Di tengah situasi global yang masih tidak menentu, Indonesia mampu menjaga kepercayaan investor dan memperkuat posisi eksternal. Jika tren positif ini terus berlanjut, stabilitas keuangan nasional diharapkan semakin solid, memberikan fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Kata kunci SEO: cadangan devisa Indonesia, Bank Indonesia, stabilitas keuangan nasional, ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, ekspor Indonesia, investasi asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *